Laman

Senin, 14 Mei 2012

Sejati

Dalam kitab ‘Sirr al-Asrar’ yang berisi kumpulan ajaran Syaikh Abdul Qadir al-Jilani didapati keterangan bahwa pada awalnya manusia dicipta oleh Allah SWT di alam lâhût (alam dimensi ketuhanan). Manusia awal itu adalah manusia yang masih berwujud ruh (jiwa) yang sangat murni, yang disebut rûh al-quds.

Ruh al-Quds dicipta langsung oleh Allah SWT dan didalamnya terkandung disain serta program-program (rencana-rencana) Allah, juga sifat-sifat Allah, yang sifatnya sangat misterius (sirri). Maka Ruh al-Quds disebut juga Sirr (rahasia).

Allah SWT adalah cahaya (QS an-Nûr 24). Ruh al-Quds yang dicipta langsung oleh Sang Cahaya pun mengandung cahaya yang sangat murni, yang memiliki tingkat radiasi sangat tinggi.

Dalam kitab itu juga dikatakan bahwa alam memiliki lapis-lapis dimensional yang berbeda:

1. Alam Lâhût, alam dimensi ketuhanan.
2. Alam Jabarût, alam ilmu, ketentuan, rencana dan takdir.
3. Alam Malakût, alam para malaikat, alam ruh, alam enerji.
4. Alam Mulki, alam fisik, alam nyata.

Ketika Rûh al-Quds akan diturunkan dari alam lâhût ke alam jabarût ia dibalut lebih dulu dengan lapisan Ruh as-Shulthâny. Sebab kalau tidak, radiasi cahaya Ruh al-Quds yang sangat murni dan teramat kuat itu akan membakar semua yang ada di alam jabarut. Ruh as-Sulthany adalah mantel (hijâb) bagi Ruh al-Quds. Ruh as-Shulthany disebut juga dengan Fuâd.

Lalu Ruh al-Quds (Sirr) yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fu’ad) diturunkan ke alam level-3, yaitu alam malakût. Namun alam malakut lebih materialized daripada alam-alam sebelumnya, dan apa yang ada di dalamnya akan mudah terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds meskipun sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany. Oleh sebab itu sebelum diturunkan ke alam malakut, Ruh al-Quds yang sudah dengan Ruh as-Sulthany, dibalut lagi dengan Rûh ar-Rûhâny. Ruh lapis ketiga ini disebut juga Qalbu.

Selanjutnya Ruh al-Quds (Sirr), yang sudah dibalut dengan Ruh as-Sulthany (Fuad) dan Ruh ar-Ruhaniyah (Qalbu), diturunkan lagi ke alam level-4 yaitu alam mulki. Inilah alam kosmik yang sekarang dapat kita lihat secara visual dengan mata kepala kita. Alam kosmik wujudnya sangat lahiriah dan dapat dikenali secara empirik (terukur). Namun radiasi cahaya Ruh al-Quds, meski sudah dibalut dengan dua lapis ruh lainnya, masih terlalu tinggi bagi alam ini. Apa yang ada di alam mulki dapat terbakar oleh radiasi cahaya Ruh al-Quds. Untuk itu, sebelum diturunkan ke alam mulki, Ruh al-Quds dibalut lagi dengan lapis ke-3 yaitu Rûh al-Jismâny yang untuk mudahnya sering disebut dengan Rûh saja. Untuk lebih jelasnya lihatlah tabel berikut ini.


Diri (nafs) kita yang hakiki adalah diri yang berwujud ruh (jiwa). Tubuh biologis kita hanyalah cangkang atau wadah bagi diri kita yang sesungghnya, yaitu ruh. Di dalam rûh ada qalbu, di dalam qalbu ada fuâd dan di dalam fuad ada sirr. Sirr adalah rahasia. Sirr berisi rahasia-rahasia Allah untuk orang itu berupa sifat-sifat Allah, rencana dan takdir Allah. Sirr terhubung langsung dengan Allah SWT.

Dikenal pula istilah lubb yang jamaknya albâb. Surat Ali Imran ayat 190 & 191 menyebut Uli al-Albâb sebagai individu yang selalu berdzikir, berfikir, dan beribadah. Apa arti lubb? Kalau kita menebang sebatang pohon, lalu kita perhatikan penampang potongannya, akan terlihat di bagian tengah dari batang pohon itu ada bagian yang berwarna kecoklatan. Itulah inti dari batang pohon tersebut. Arab menyebutnya lubb.

Qalbu adalah lubb bagi ruh. Intinya ruh adalah qalbu, intinya qalbu adalah fu’ad, dan intinya fuad adalah sirr. Sirr adalah inti dari segala inti, yang mengandung rahasia dari segala rahasia, sehingga disebut Sirr al-Asrar (secret of the secrets). Namun untuk tahap permulaan mempelajari tashawuf cukuplah orang memahami ruh dan intinya saja, yaitu qalbu.

Mudah-mudahan Allah Subhaanahu Wata’aala memberikan taufiq pada kita semua untuk istiqamah dalam agama yang telah dibawa Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Semoga ada hikmah yang bisa di ambil....
Marilah Setiap detak-detik jantung.., selalu kita isi dengan..
Asma Teragung diseluruh jagad semesta raya ini...

Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa'atubu
 
http://gudangvirtual.blogspot.com/2011/08/ingsun-sejati.html#axzz1uulYnvJM

Sankan Paraning Dumadi

Dalam hidup ini, manusia senantiasa diingatkan untuk memahami filosofi Kejawen yang berbunyi "Sangkan Paraning Dumadi". Apa sebenarnya Sangkan Paraning Dumadi? Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Padahal, jika kita belajar tentang Sangkan Paraning Dumadi, maka kita akan mengetahuikemana tujuan kita setelah hidup kita berada di akhir hayat.

Manusia sering diajari filosofi Sangkan Paraning Dumadi itu ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya masyarakat Indonesia lebih suka menghabiskan waktu hari raya Idul Fitri dengan mudik. Nah, mudik itulah yang menjadi pemahaman filosofi Sangkan Paraning Dumadi. Ketika mudik, kita dituntut untuk memahami dari mana dulu kita berasal, dan akan kemanakah hidup kita ini nantinya.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak tembang dhandanggula warisan para leluhur yang sampai detik ini masih terus dikumandangkan.

Kawruhana sejatining urip/ (ketahuilah sejatinya hidup)
urip ana jroning alam donya/ (hidup di dalam alam dunia)
bebasane mampir ngombe/ (ibarat perumpamaan mampir minum)
umpama manuk mabur/ (ibarat burung terbang)
lunga saka kurungan neki/ (pergi dari kurungannya)
pundi pencokan benjang/ (dimana hinggapnya besok)
awja kongsi kaleru/ (jangan sampai keliru)
umpama lunga sesanja/ (umpama orang pergi bertandang)
njan-sinanjan ora wurung bakal mulih/ (saling bertandang, yang pasti bakal pulang)
mulih mula mulanya/ (pulang ke asal mulanya)

Kemanakah kita bakal 'pulang'?
Kemanakah setelah kita 'mampir ngombe' di dunia ini?
Dimana tempat hinggap kita andai melesat terbang dari 'kurungan' (badan jasmani) dunia ini?
Kemanakah aku hendak pulang setelah aku pergi bertandang ke dunia ini?
Itu adalah suatu pertanyaan besar yang sering hinggap di benak orang-orang yang mencari ilmu sejati.

Yang jelas, beberapa pertanyaan itu menunjukkan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang langgeng. Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita menyimak tembang dari Syech Siti Jenar yang digubah oleh Raden Panji Natara dan digubah lagi oleh Bratakesawa yang bunyinya seperti ini:

"Kowe padha kuwalik panemumu, angira donya iki ngalame wong urip,
akerat kuwi ngalame wong mati; mulane kowe pada kanthil-kumanthil marang
kahanan ing donya, sarta suthik aninggal donya."
("Terbalik pendapatmu, mengira dunia ini alamnya orang hidup, akherat itu alamnya orang mati. Makanya kamu sangat lekat dengan kehidupan dunia, dan tidak mau meninggalkan alam dunia")

Pertanyaan yang muncul dari tembang Syech Siti Jenar adalah:
Kalau dunia ini bukan alamnya orang hidup, lalu alamnya siapa?

Syech Siti Jenar menambahkan penjelasannya:
"Sanyatane, donya iki ngalame wong mati, iya ing kene iki anane swarga lan naraka, tegese, bungah lan susah. Sawise kita ninggal donya iki, kita bali urip langgeng, ora ana bedane antarane ratu karo kere, wali karo bajingan." (Kenyataannya, dunia ini alamnya orang mati, iya di dunia ini adanya surga dan neraka, artinya senang dan susah. Setelah kita meninggalkan alam dunia ini, kita kembali hidup langgeng, tidak ada bedanya antara yang berpangkat ratu dan orang miskin, wali ataupun bajingan")

Dari pendapat Syech Siti Jenar itu kita bisa belajar, bahwa hidup di dunia ini yang serba berubah seperti roda (kadang berada di bawah, kadang berada di atas), besok mendapat kesenangan, lusa memperoleh kesusahan, dan itu bukanlah merupakan hidup yang sejati ataupun langgeng.

Wejangan beberapa leluhur mengatakan:
"Urip sing sejati yaiku urip sing tan keno pati". (hidup yang sejati itu adalah hidup yang tidak bisa terkena kematian). Ya, kita semua bakal hidup sejati. Tetapi permasalahan yang muncul adalah, siapkah kita menghadapi hidup yang sejati jika kita senantiasa berpegang teguh pada kehidupan di dunia yang serba fana?

Ajaran para leluhur juga menjelaskan:
"Tangeh lamun siro bisa ngerti sampurnaning pati,
yen siro ora ngerti sampurnaning urip."
(mustahil kamu bisa mengerti kematian yang sempurna,
jika kamu tidak mengerti hidup yang sempurna).

Oleh karena itu, kita wajib untuk menimba ilmu agar hidup kita menjadi sempurna dan mampu meninggalkan alam dunia ini menuju ke kematian yang sempurna pula.

Fatwa Tukang Becak

Perjalanan ulang alik Yoga-Jombang biasanya kami (saya dan saudara-saudari atau teman-teman) lakukan di paruh malam yang kedua.

Naik bis yang kecepatannya supir ngedap-ngedapi selama 4-5 jam, subuh menyongsong kami di tempat tujuan. Terkadang malah hanya tiga setengah jam, atau malah hanya beberapa kejapan saja - karena kami 'tewas' sepanjang perjalanan.

Tak pernah terlintas ide di benak saya unuk mencoba menerapkan mekanisme demokrasi di bis: misalnya, semua unsur merundingkan berapa kecepatan bis sebaiknya. Saya biasanya pasrah saja. Tak pernah melontarkan kritik kepada bagaimana sopir menjalankan roda pemerintahannya. Tak perlu mengontrol. Paling hanya evaluasi, yang toh saya 'peti-es' kan sendiri, tidak saya 'press release' kan.

Demikianlah, malam itu, kami menunggu bis ke Solo atau Yogya di perempatan njomplangan atau teteg sepur dekat stasiun Jombang. Becak berderet di sana, menunggu semacam janji hari depan, tanpa batasan siang atau malam.

Kami menunggu bis favorit kami. Tapi karena malam, tak bisa langsung tampak bis apa yang akan lewat. Jadi satu-satunya jalan ialah menjalankan semacam taktik atau srategi atau penipuan.

Semua bis kami stop. Kalau bis ternyata ke Kediri atau Ponorogo, kami jujur bilang "Ke Yogya" Kalau yang lewat adalah bis ke Yogya tapi bukan favorit kami, kami berbohong "Ke Ponorogo!"

Demikian berlangsung berulang-ulang. Para tukang becak guyup membantu kesibukan kami "memilih masa depan".

Salah seorang tukang becak bahkan berlaku seperti saudara kami sendiri: aktif menolong menyetop bis dan mengobrol di setiap 'pause'. Dan ketika kemudian hujan mendadak turun, ia mempersilakan kami berlindung di becaknya, sementara ia numpang di becak sisinya.

Hujan berkepanjangan. Tiba-tiba tukang becak itu nyeletuk: "Ya inilah hukuman bagi orang yang berbohong!"

Kami terkesiap. Tak tahu mau berkata apa-apa.

"Tapi memang kalau meningkatkan taraf hidup memang harus pandai bohong" - ia melanjutkan - "Kalau jujur saja nanti hanya dapat bis yang jelek dan lambat."

Dan ia terus melanjutkan - "Tapi ya untunglah Cak, Tuhan menghukum langsung, jadi nanti di akhirat lebih ringan. Untung juga Tuhan masih mau menghukum, itu namanya Dia tresno, kita tidak di-ujo saja..."

Kami benar-benar meenjadi bisu.

Sambil akhirnya bis favorit itu tiba, si tukang becak mempersilakan kami dan berkata - "Selamat tidur Cak! Mudah-mudahan sudah lunas hukumnya!"

Saya malah tak bisa tidur. Apa benar sudah lunas? Apalagi keadaan hidup sekarang ini membuat dosa tak terasa sebagai dosa. - Emha Ainun Nadjib

Minggu, 13 Mei 2012

Renungan

ku ingin menangis di hadapanMu,entah karena apa.....
ku ingin memasrahkan smua untukmu.. karena aku mrsa umurku telah engkau tlah tentukan,,,
slma ini aku tidak menyadari tentang semua ini...
kini aku takut mati dalam kgelapan tnpa sinarMu..
kini sadarku tlah membuka fkirku tuk memikirkan hal ini...
Bimbingan dariMu adalah harapanku..
agar aku merasaakan kebahagiaan hakiki..dan mengenal rahasia Alam semesta ini...
benar orang Tua mengatakan,"musuh Terbesar adalah Diriku Sendiri" aku tak berdaya tanpa kekuatanMu tuk melawan Diri ini...
Trimakasi engkau telah tunjukan jalan bagiku, semoga ku dapat melwati jalan itu,agar dapat sampai kepadaMu...

Senin, 07 Mei 2012

Meningkatkan Penjualan


Salah satu cara untuk meningkatkan penjualan bisnis kita adalah memberikan nilai tambah pada apa yang kita tawarkan. Saya mengerti besarnya persaingan penjualan handphone di pertokoan yang mempunyai area khusus handphone, sehingga persaingan sangat ketat.

Justru dengan persaingan yang ketat tersebut kita mempunyai tantangan agar bisa lebih kreatif dan inovasi dalam menawarkan produk kita kepada pembeli. Dan mencari apa yang bisa menjadi nilai tambah terhadap produk yang kita jual.

Dalam menjual satu unit handphone, pembeli bisa saling membandingkan dengan toko-toko lainnya sehingga mereka mencari yang termurah. Harga jual mungkin boleh sama dengan toko lainnya, namun yang membedakannya adalah nilai tambah yang kita berikan. Promo tambahan atas produk tersebut akan membuat pembeli lebih memilih yang kita jual dibanding dari toko sebelah. Buatlah perbedaan dengan toko lainnya dan sehingga menjadi nilai tambah untuk toko kita.

Nilai tambah bisa dengan memberikan manfaat tambahan, seperti memberikan garansi yang lebih, misal jika toko handphone yang lain hanya memberikan garansi 1 tahun dari garansi resmi, kita bisa berikan garansi tambahan 3 bulan kemudian, yaitu garansi service dari toko kita.

Atau bisa juga, jika toko lain hanya dapat melayani jika pelanggan datang ke tokonya, maka kita bisa membuat perbedaaan dengan memberikan layanan GRATIS antar. Atau berikan juga garansi uang kembali jika handphone tersebut tidak sesuai dengan yang pelanggan inginkan.

Cantumkan nilai-nilai tambah tersebut di depan toko kita dengan jelas dan menarik.

Tips lainnya adalah jika pembeli membeli handphone, kita bisa menawarkan produk tambahan lainnya dengan kita jelaskan manfaat/benefit untuk handphone yang sudah dibeli. Misal saja kita tawarkan : antigores, softcase, baterai tambahan, kartu perdana, pulsa dan aksesoris lainnya. Sehingga yang kita dapatkan bukan hanya keuntungan dari produk intinya saja namun juga ada tambahan keuntungan dari penjualan produk tambahan.

Note: Tips-tips diatas bisa juga diterapkan di toko-toko lain di produk yang berbeda.

Tips Bisnis Baju


Pastikan lokasi toko strategis, yaitu mudah dijangkau oleh pengunjung, rapih dan bersih, produknya lengkap dan pelayananya ramah dan baik.
Pada papan nama toko anda dan tampak luar, buatlah yang 'eye cathcing' yang menarik dan informasi lengkap tertulis sehingga ada ketertarikan pengunjung ingin datang.

Buatlah strategi pemasaran yang menarik dan secara berkelanjutan, misalnya bulan ini sedang ada promo, misalnya beli satu gratis satu atau beli satu dapat gratis hadiah menarik dan lain-lainnya.Pola semacam ini harus berkelanjutan, bisa satu bulan sekali atau tiga bulan sekali, promo yang berbeda sehingga pelanggan akan datang dengan rutin.

Kreatifkan produk anda, buat keunikan khusus produk pakaian anda, dan pastikan produk tersebut hasil kreatifitas anda yang tidak bisa didapati di toko lain. Dengan demikian anda tidak perlu menurunkan harga jual.

Buatlah paket-paket menarik sebagai nilai tambah penjualan. Misal saja paket busana muslim, jika membeli satu paket mulai jilbab, dress hingga rok panjangnya maka harganya akan lebih murah dibanding harus membelinya satu per satu.

Coba pikirkan apa yang bisa dibuat secara paket dari produk-produk yang anda jual. Sebagai penjual anda tidak harus memaksa pengunjung membeli, namun anda harus berperan sebagai teman yang bisa menyarankan pakaian yang terbaik dan cocok untuk pengunjung, seperti layaknya anda sebagai konsultan penampilan untuk pengunjung. Dengan cara seperti ini pengunjung akan percaya dengan kemampuan anda dan akan mau membeli.

Bentuklah tim pemasaran yang kuat dan dapat menjalankan strategi-strategi pemasaran anda. Berikan edukasi dan prosedur yang standar sehingga mereka bisa jalankan.
Buatlah strategi aliansi pemasaran yang menarik dengan produk atau usaha lain yang sudah maju. Misalnya dengan beraliansi dengan restoran yang ada, beraliansi dengan sekolah-sekolah, beraliansi dengan komunitas ibu-ibu/remaja dan lainnya.

Online:

Pastikan toko anda mempunyai website, toko online dan sosial media lainnya seperti email, yahoo messenger, twitter, facebook, dan lainnya. Anda harus aktif dan siap 24 jam melayani mereka yang berkunjung ke media online anda.

Responlah dengan cepat atas semua pertanyaan, permintaan dan lainnya yang masuk secara online agar mereka mengetahui bahwa anda bisa dihubungi secara online dapat dipercaya.

Updatelah selalu website dan toko online anda secara periodik sehingga para pengunjung dan pelanggan selalu berkunjung kembali.
Aktiflah juga di akun twitter dan facebook anda, berikan informasi yang baik dan manfaat kepada follower anda dan informasi yang anda berikan tidak harus selalu berisi produk yang anda jual.

Ikutilah beberapa komunitas yang sesuai dengan produk anda di dunia online dan aktiflah didalamnya. Jaga krediabilitas anda di media online, anda harus terus membangun kepercayaan agar pengunjung mau bertransaksi dengan anda.

Sekali-kali anda perlu untuk membuat ajang ketemuan dengan follower anda secara offline untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan sehingga meningkatkan profit usaha.

TASAWUFDAN TAREKAT


MAKALAH TASAWUF DAN TAREKAT DALAM ISLAM


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tasawuf dan tarikat adalah korban yang paling sering dihujat sesat oleh saudara-saudara seiman yang didominasi oleh sikap tersebut. Mereka memandang tasawuf dan tarikat sebagai sarang bid’ah – hal-hal yang baru yang diklaim tidak pernah diajarkan dalam Islam atau tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Rasul Dalil utama yang sering dikemukakan mereka adalah hadis Nabi saw yang sangat terkenal dan diriwayatkan oleh banyak imam hadis,
“Hindarilah perkara-perkara yang baru (diada-adakan), karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah, dan bid’ah adalah sesat.”
Oleh sebab itu penulis mengkaji materi ini guna untuk memperdalam pengetahuan mengenai hal tersebut.


B. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, kami akan merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian tasawuf ?
2. Apakah pengertian tarekat ?
3. Bagaimanakah posisi tarekat dalam islam ?

C. Tujuan Masalah
Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1. Pengertian tasawuf
2. Pengertian tarekat
3. Posisi tarekat dalam islam

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN TASAWUF
Imam al-Qusyairi dalam al-Risalah-nya mengutip 50 definisi dari ulama Salafi; sementara Imam Abu Nu’aim al-Ishbahani dalam “Ensiklopedia Orang-Orang Suci”-nya Hikayat al-awliya’ mengutip sekitar 141 definisi, antara lain:
“Tasawuf adalah bersungguh-sungguh melakukan suluk yaitu `perjalanan’ menuju malik al muluk `Raja semua raja’ (Allah `assa wa jalla).”
“Tasawuf adalah mencari wasilah `alat yang menyampaikan’ ke puncak fadhilah `keutamaan’.”
Definisi paling panjang yang dikutip Abu Nu’aim berasal dari perkataan Imam al-Junaid RA. ketika ditanya orang mengenai makna tasawuf:
“Tasawuf adalah sebuah istilah yang menghimpun sepuluh makna:
a. Tidak terikat dengan semua yang ada di dunia sehingga tidak berlomba- lomba mengerjarnya.
b. Selalu bersandar kepada Allah `azza wa jalla,.
c. Gemar melakukan ibadah ketika sehat.
d. Sabar kehilangan dunia (harta).
e. Cermat dan berhati-hati membedakan yang hak dan yang batil.
f. Sibuk dengan Allah dan tidak sibuk dengan yang lain.
g. Melazimkan dzikir khafi (dzikir hati).
h. Merealisasikan rasa ikhlas ketika muncul godaan.
i. Tetap yakin ketika muncul keraguan dan
j. Teguh kepada Allah dalam semua keadaan. Jika semua ini berhimpun dalam diri seseorang, maka ia layak menyandang istilah ini; dan jika tidak, maka ia adalah pendusta. [Hilayat al-Awliya]
Beberapa fuqaha `ahli fikih’ juga mengemukakan definisi tasawuf dan mengakui keabsahan tasawuf sebagai ilmu kerohanian Islam. Di antara mereka adalah: Imam Muhammad ibn Ahmad ibn Jazi al-Kalabi al-Gharnathi (w. 741 H.) dalam kitabnya al Qawanin al Fiqhiyyah li Ibn Jazi hal. 277 menegaskan:
“Tasawuf masuk dalam jalur fiqih, karena ia pada hakikatnya adalah fiqih batin (rohani), sebagaimana fiqih itu sendiri adalah hukum-hukum yang berkenaan dengan perilaku lahir.”
Imam `Abd al-Hamid al-Syarwani, dalam kitabnya Hawasyi al-Syarwani VII, menyatakan: “Ilmu batin (kerohanian), yaitu ilmu yang mengkaji hal ihwal batin (rohani), yakni yang mengkaji perilaku jiwa yang buruk dan yang baik (terpuji),itulah ilmu tasawuf.”
Imam Muhammad `Amim al-Ihsan dalam kitabnya Qawa’id al-Fiqih, dengan mengutip pendapat Imam al-Ghazali, menyatakan:
“Tasawuf terdiri atas dua hal: Bergaul dengan Allah secara benar dan bergaul dengan manusia secara baik. Setiap orang yang benar bergaul dengan Allah dan baik bergaul dengan mahluk, maka ia adalah sufi.”
Definisi-definisi tersebut pada dasarnya saling melengkapi satu sama lain, membentuk satu kesatuan yang tersimpul dalam satu buhul: “Tasawuf adalah perjalanan menuju Tuhan melalui penyucian jiwa yang dilakukan dengan intensifikasi dzikrullah”.

B. PENGERTIAN TAREKAT
Kata Tarekat di ambil dari Bahasa Arab, yaitu dari kata benda thoriqoh yang secara etimologis berarti jalan, metode atau tata cara. Adapun tarekat dalam terminologis (pengertian) ulama sufi; yang dalam hal ini akan saya ambil definisi tarekat menurut Syekh Muhammad Amin al-Kurdi al-Irbili al-Syafi al-Naqsyabandi, dalam kitab Tanwir al- Qulub-nya adalah;
”Tarekat adalah beramal dengan syariat dengan mengambil/memilih yang azimah (berat) daripada yang rukhshoh (ringan); menjauhkan diri dari mengambil pendapat yang mudah pada amal ibadah yang tidak sebaiknya dipermudah; menjauhkan diri dari semua larangan syariat lahir dan batin; melaksanakan semua perintah Allah SWT semampunya; meninggalkan semua larangan-Nya baik yang haram, makruh atau mubah yang sia-sia; melaksanakan semua ibadah fardlu dan sunah; yang semuamnya ini di bawah arahan, naungan dan bimbingan seorang guru/syekh/mursyid yang arif yang telah mencapai maqamnya (layak menjadi seorang Syekh/Mursyid).”
Dari definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa tarekat adalah beramal dengan syariat Islam secara azimah (memilih yang berat walau ada yang ringan, seperti rokok ada yang berpendapat haram dan makruh, maka lebih memilih yang haram) dengan mengerjakan semua perintah baik yang wajib atau sunah; meninggalkan larangan baik yang haram atau makruh bahkan menjauhi hal-hal yang mubah (boleh secara syariat) yang sia-sia (tidak bernilai manfaat; minimal manfaat duniawiah) yang semuanya ini dengan bimbingan dari seorang mursyid/guru guna menunjukan jalan yang aman dan selamat untuk menuju Allah (ma’rifatullah) maka posisi guru di sini adalah seperti seorang guide yang hafal jalan dan pernah melalui jalan itu sehingga jika kita dibimbingnya akan dipastikan kita tidak akan tersesat jalan dan sebaliknya jika kita berjalan sendiri dalam sebuah tujuan yang belum diketahui, maka kemungkinan besar kita akan tersesat apalagi jika kita tidak membawa peta petunjuk. Namun mursyid dalam tarekat tidak hanya membimbing secara lahiriah saja, tapi juga secara batiniah bahkan juga berfungsi sebagai mediasi antara seorang murid/salik dengan Rasulullah SAW dan Allah SWT.
Dengan bahasa yang lebih mudah, tarekat adalah sebuah kendaraan baik berupa bis, kapal laut atau pesawat terbang yang disopiri oleh seseorang yang telah punya izin mengemudi dan berpengalaman untuk membawa kendaraannya dengan beberapa penumpang di dalamnya untuk mencapai tujuan.

C. POSISI TASAWUF DALAM ILMU-ILMU ISLAM
Prof. Dr. H. S.S. Kadirun Yahya Al-Khalidi menyatakan bahwa Tasawuf adalah “Saudara Kembar” Fiqih.Pernyataan ini tampaknya berdasarkan pada kenyataan bahwa Fiqih pada hakikatnya merupakan formulasi lebih lanjut dari konsep Islam, sementara Tasawuf merupakan perwujudan konkret dari konsep Ihsan. Dua konsep ini tercetus bersama-sama dengan konsep Iman (diformulasikan lebih jauh dalam ilmu kalam) dalam dialog antara Jibril AS dan Nabi SAW sebagaimana dikemukakan dalam hadist Abu Hurairah yang sangat terkenal. [Shahih al-Bukhari, I:27; Shahih Muslim, L:39]
Penjelasan lebih gamblang mengenai posisi Tasawuf sebagai “saudara kembar” Fiqih dikemukakan oleh Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) dalam bukunya Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniannya:
“Alhasil kemurnian dan cita-cita Islam yang tinggi adalah gabungan Tasauf dan Fiqih: gabungan otak dan hati. Dengan Fiqih kita menentukan batas-batas hukum, dan dengan Tasauf kita memberi pelita dalam jiwa, sehingga tidak terasa berat di dalam melakukan segala kehendak agama.
“Kalau kita tilik kepada bunyi Hadist tentang Islam, Iman dan Ihsan tampaklah bahwa ketiga Ilmu Islam yaitu Ilmu Fiqih, Ilmu Ushuluddin dan Ilmu Tasawuf telah dapat menyempurnakan ketiga simpulan agama itu (Islam, Iman dan Ihsan).
“Islam diartikan oleh hadist itu ialah mengucapkan Syahadat, mengerjakan Shalat lima waktu, Puasa bulan Ramadhan, mengeluarkan Zakat dan Naik Haji. Untuk mengetahui, sehingga kita mengerjakan suruhan agama dengan tidak membuta: Kita pelajarilah Fiqih.
“Iman adalah Iman kepada Allah, kepada Malaikat, kepada Rasul-Rasul dan Kitab-Kitab, dan iman kepada Hari Kiamat dan Takdir, buruk dan baik, Kita pelajarilah Ushuluddin atau Ilmu Kalaam.”
“Ihsan adalah kunci daripada semuanya, yaitu: Bahwa kita mengabdi kepada Allah SWT, seakan-akan Allah SWT itu kita lihat di hadapan kita sendiri. Karena meskipun mata kita tidak dapat melihatNya, namun Allah SWT tetap melihat kita.Untuk menyempurnakan ihsan itu, kita masuki alam Tasawuf.
“Itulah tali berpilah tiga: Iman, Islam dan Ihsan. Dicapai dengan tiga ilmu: Fiqih, Ushuluddin dan Tasawuf. [Tasawuf, Perkembangan dan Pemurniannya, hal. 94-95]
Jadi, sebagai sebuah ilmu, posisi Tasawuf terhadap ilmu-ilmu Islam lainnya sangat jelas dan gamblang. Tasawuf merupakan bagian tak berpisahkan dari keseluruhan bangunan Syari’ah; bahkan ia merupakan ruh/hakikat/inti dari syariah.
Syariah sendiri dapat didefinisikan sebagai “segala sesuatu yang terbit dari diri Nabi SAW yang berupa sikap, perbuatan, dan perkataan (al-Qur’an dan al-Hadist)”; atau dengan bahasa yang lebih umum: Syariah adalah segala sesuatu yang datang dari Allah dan Rasul-Nya. Namun begitu, syariah pada dasarnya merupakan produk dari hakikat Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah.
Adalah mustahil memahami syariah (produk) secara sempurna tanpa memahami hakikatnya.Ilmu yang menyajikan jalan untuk mengenal hakikat ini adalah Tasawuf, sedangkan ilmu-ilmu (keislaman) lainnya, seperti ilmu Fiqih dan hadist misalnya, semuanya menyajikan jalan untuk memahami produk.Tasawuf melibatkan hati atau qalbu (ruhani), sedangkan ilmu-ilmu lainnya melibatkan otak atau akal (jasmani).
Fiqih dan Tasawuf ibarat dua sisi mata uang, jika salah satu rusak maka yang lain menjadi tidak berfungsi, sehingga kedua-duanya harus dipegang secara utuh untuk mencapai kesempurnaan. Dalam kaitan ini, Imam Abu Abdillah al-Dzahabi (w. 748 H), penulis kitab Siyar A’lam al-Nubala’ (Beirut: Muassasah al-Risalah, 1413) yang terdiri dari 23 jilid menegaskan:
“Jika seorang ulama tidak ber-Tasawuf, maka ia kosong; sebagaimana jika seorang sufi tidak mengenal sunnah (baca bersyariat), maka ia tergelincir dari jalan yang lurus.”
Imam Malik ibn Anas, pemimpin madzhab Maliki yang sangat terkenal, sebagaimana dikutip oleh Syeikh Amin al-Kurdi, juga mengungkapkan hal senada:
“Barangsiapa yang bersyariat tetapi tidak berhakikat (ber-Tasawuf) maka ia telah fasik; dan barangsiapa yang berhakikat (ber-Tasawuf) tetapi tidak bersyariat maka ia telah zindik.” [Tanwir al-Qulub, hal. 408]
Di samping itu, tidak salah apabila dikatakan bahwa Tasawuf adalah sebuah madzhab sebagaimana Ilmu Fiqih yang mengenal (minimal) empat mazhab, sehingga tidak jarang para ulama melibatkan pendapat kaum sufi ketika membahas hukum suatu perkara. Syeikh al-Islam Ibn Taymiyah menempatkan kaum sufi dalam deretan fuqaha’ dan ahli hadist. Hal ini dapat disimak misalnya dari pernyataan beliau ketika menetapkan hukum larangan menikahi orang yang menolak kekhalifahan Sayyidina Ali setelah ‘Utsman ibn ‘Affan:
Hal itu (larangan menikahi orang yang tidak menerima kekhalifahan Ali ibn Abi Thalib) telah disepakati oleh para fuqaha, ahli hadist, dan juga oleh ahli ma’rifat dan Tasawuf. [Kutub wa Rasail wa Fatawa Ibn Taimiyah, XXXV:19]

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Tasawuf adalah perjalanan menuju Tuhan melalui penyucian jiwa yang dilakukan dengan intensifikasi dzikrullah”.
Tarekat adalah beramal dengan syariat Islam secara azimah (memilih yang berat walau ada yang ringan, seperti rokok ada yang berpendapat haram dan makruh, maka lebih memilih yang haram) dengan mengerjakan semua perintah baik yang wajib atau sunah; meninggalkan larangan baik yang haram atau makruh bahkan menjauhi hal-hal yang mubah (boleh secara syariat) yang sia-sia (tidak bernilai manfaat; minimal manfaat duniawiah) yang semuanya ini dengan bimbingan dari seorang mursyid/guru guna menunjukan jalan yang aman dan selamat untuk menuju Allah (ma’rifatullah) maka posisi guru di sini adalah seperti seorang guide yang hafal jalan dan pernah melalui jalan itu sehingga jika kita dibimbingnya akan dipastikan kita tidak akan tersesat jalan dan sebaliknya jika kita berjalan sendiri dalam sebuah tujuan yang belum diketahui, maka kemungkinan besar kita akan tersesat apalagi jika kita tidak membawa peta petunjuk.
Posisi Tasawuf terhadap ilmu-ilmu Islam lainnya sangat jelas dan gamblang. Tasawuf merupakan bagian tak berpisahkan dari keseluruhan bangunan Syari’ah; bahkan ia merupakan ruh/hakikat/inti dari syariah.

DAFTAR PUSTAKA

http://sarjoni.wordpress.com/2010/01/19/pengertian-tasawuf-dan-dasar-dasar-qur-ani/
http://peperonity.com/go/sites/mview/thoriqoh.tasawuf/28945240
http://frendyfernando.blogspot.com/2010/10/hubungan-tasawuf-dengan.html
http://www.mail-archive.com/tasawuf@server03.abangadek.com/msg00003.html

Jumat, 27 April 2012

Tetesan Air Mata Hati

Mengapa ketika kita berbagi kepada sesama manusia, dan yang kita bagikan adalah Rizki dari Tuhan, kita harus menghitung - hitung ke untungan kblakang?, mengapa kita harus menghitung berapa kali lipat yang akan kita dapatkan dari yang kita lepaskan?,
Hati ini menangis melihat fenomena tersebut, sahabat mari kita berlatih memberikan sesuatu dengan hati yang ikhlas karena Tuhan, serta d sisipi rasa ingin berbagi dengan sesama, dan yaqinlah kita akan lebih bahagia dengan hidup bersama dan mengasihi sesama, bahkan tidak hnya sesama manusia namun sesama mahluk hidup lainya...

Sahabat berbagilah dengan orang- orang yang membutuhkan jangan krena ingin di lihat ataupun sjenisnya yang mengharap imbalan.. dan jangan mengharap klipatan yang kita berikan...
Pasti kita akan lebih bhgia bila Tuhan menyayangi kita dari pada kita di beri imbalan brupa harta, namun tak mendapatkan kasih sayang-Nya..

Peluang Usaha

kepada shabat yang berdomisili di cilacap,
peluang Usaha bagi pria waniata usia di atas 17 thn mampu bersosialisasi dengan lingkungan..
sebgai dstributor asessoris pria / wanita
sprti pkaian, krudung dll
bgi yang berminat bkerja sma bsa hbungi
fcbk dasrizki@gmail.com
email : dasirunmukhayat@gmail.com

smga dapat mnjdi rekan krjasma yg sling membangun

Jumat, 06 April 2012

Hidup Adalah Pilihan



Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku." Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan segera mencaploknya.
Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
(Compiled by Fuzna Mz).

Sodaraku semua hal berawal dari diri kita.. jangan pernah terdiam ataupun mundur... yakinlah dengan diri kita..dan Tuhan Yang Maha Mengetahui yang selalu bersama kita semua, agar kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Di dalam Dunia ini pasti ada hal yang baik dan buruk, di dalam perjalanan kita dan hal itu pasti kita temui, persiapkan diri untuk hadapi.. bukan untuk menghindari..

Sabtu, 31 Maret 2012

sepenggal kalimat

Tuhan adalalah Tuhan dimana kita adalah menempati posisi sebagai hamba yang benar-benar membutuhkan kehadiran Tuhan..
manusia telah di ciptakan di muka bumi ni untuk mencari tau siapa jati dirinya yang sebenarnya... siapa aku, aku ini siapa, dan untuk apu aku di dunia ini... siapakah itu Tuhan...
bila kita tengok sejarah beberapa tahun kebelakang, kita mengenal Gusdur... beliu adalah sosok teladan yang patut untuk di teladani...
dari cara berfikir, cara menyampaikan sesuatu... dan cara menyikapi sesuatu...
banyak makna yang tersirat dari Bapak Gusdur

Minggu, 11 Maret 2012

problema Chinta

kata cinta dan shyank ta ckup untuk ungkap semua.. itulah ungkapan seorang yang tengah kasmaran dan di landa cinta..
ketika kita berfikir lebih dalam lagi dan kita gali lagi apakah maksud dari segala yang ada ini...
cinta, kasih shyank dan semua yang berkaitan denga rasan adalah sebuah anugrah dari illahi namun bagaimana kita memilah - milah agar kita tidakmenuhankan cinta, karena kita tau pada zaman ini manusia lebih besar cinta terhadap sesama di bandingkan terhadap Tuhan sang maha Penyayang.
apakah ini sebuah PR bagi manusia untuk menggali permasalahan ini...
bahkan akupun merasakan demikian... aku merasa rasa shyankku terhadap kekasihku lebih dari rasa cintaku terhadap Tuhan... bagaimana supya aku dapat mencintainy Krena Tuhan sang pencipta... agar rasaku terhadap dirinya akan utuh selamanya berkat Ridho dari-Nya...

saudaraku mari kita merenung sejenak dengan permasalahan ini... hal ini seolah sepele namun sangat berpengaruh bagi perkembangan kita dari berbagai aspek..
padahal.. Tuhan, Kematian, Akhirat, itu adalah hal yang nyata akan kita temui...

Sabtu, 10 Maret 2012

Mngenal Diri

Catatan: artikel ini saya ambil secara tidak beradab dari blognya Mas Heri

‘Barangsiapa mengenal diri (sejati)nya, akan mengenal Tuhannya’. Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu. Konon itu kata-kata Baginda Rasulullah SAW (walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan ruhani yang pernah mimpi bertemu dengan Baginda Rasul SAW, konon Beliau membenarkan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-katanya —red.).
Tapi seberapa susahnya sebenarnya mengenal diri itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh agung, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya, pengenalan akan Tuhan? Bukankah yang disebut “saya” ini ya saya, ya yang ini? Tidakkah kita semua tahu dan kenal diri kita sendiri?
Not so fast, fella. Mari kita resapi kisah berikut ini.
: : : : : : :
waiting at the door

Dalam keadaan sakratul maut, seseorang tiba-tiba merasa berada di depan sebuah gerbang. “Tok, tok, tok,” pintu diketuk.
“Siapa di situ?” ada suara dari dalam.
Lalu dia seru saja, “Saya, Tuan.”
“Siapa kamu?”
“Watung, Tuan.”
“Apakah itu namamu?”
“Benar, Tuan.”
“Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”
“Eh, saya anak lurah, Tuan.” Wajahnya mulai plonga-plongo.
“Aku tidak bertanya kamu anak siapa. Aku bertanya siapa kamu.”
“Saya seorang insinyur, Tuan.”
“Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya: siapa kamu?”
Sambil masih plonga-plongo karena nggak tahu mau menjawab apa, akhirnya ditemukanlah jawaban yang rada agamis sedikit.
“Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.”
“Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.”
“Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jumat pergi jumatan ke masjid dan saya pernah kasih sedekah. Setiap lebaran, saya juga puasa dan bayar zakat.”
“Aku tidak menanyakan jenismu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”
Akhirnya orang ini pergi melengos keluar, dengan wajah yang masih plonga-plongo.
Dia gagal di pintu pertama, terjegal justru oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.