Ada 2
buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang
pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku
dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah
ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim
semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di
pucuk-pucuk daunku." Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.
Bibit
yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah
ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika
kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan
hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku
terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh
dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak,
akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."
Dan bibit itupun menunggu,
dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian,
seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan segera
mencaploknya.
Memang, selalu saja ada
pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun,
seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan
kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan
alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup
adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah
pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
(Compiled
by Fuzna Mz).
Sodaraku semua hal berawal dari diri kita.. jangan pernah terdiam ataupun mundur... yakinlah dengan diri kita..dan Tuhan Yang Maha Mengetahui yang selalu bersama kita semua, agar kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Di dalam Dunia ini pasti ada hal yang baik dan buruk, di dalam perjalanan kita dan hal itu pasti kita temui, persiapkan diri untuk hadapi.. bukan untuk menghindari..